Minggu, 23 Oktober 2011

Untuk Bintangku Di Bumi

Untuk Bintangku Di Bumi
Karya: Winda Diana Sari

Cerah pagi ini tak secerah hatiku
Kicauan burungpun seakan tak bermakna lagi
Aku hanya terdiam di balik bingkai jendela
Dengan secarik kertas yang belum sempat kunodai dengan tinta
Tubuhku rapuh, tulang-tulangku beku
Seakan tak mampu menggerakkan jemariku
Hingga kualihkan pandanganku
Pada jalan setapak yang membentang dihadapanku
Mulai mempertajam telinga,
Berharap akan kudengar dentingan langkah kaki bersepatu
Berjalan ke arahku
Membayangkan seorang wanita paruh baya menghampiriku
Dengan senyuman manis penuh rindu.
Tetapi, kenyataan mengharuskanku membuka mata
Tak ada wanita paruh baya disana
Yang ada hanyalah dedaunan kering berjatuhan dari rantingnya
Terhempas angin bersama butiran-butiran pasir yang berdesir
Aah..
Daun kering, kemanakah angin akan membawamu?
Bolehkan kumeminta sesuatu?
Kirimkanlah surat yang hanya mampu kutulis dalam hati, pada ibuku
Karena dia adalah bintangku di bumi,
Yang kini telah hidup kekal abadi
Akan kuucap satu janji
Kita akan bertemu di surga nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar